Kamis, 12 November 2009

Ksatria Templar Dan Gerakan Global Freemasonry

Ordo Ksatria Templar berakar pada Perang Salib. Pada awalnya Ordo ini didirikan untuk tujuan membela agama kristen. Tapi kemudian setelah sekian lama ordo ini mendapatkan kekuasaan, justru ordo ini jadi bertolak belakang dengan tujuan awal pendiriannya. Tujuan mereka jadi berseberangan dengan gereja.Ordo ini melakukan ritus ritus ilmu sihir jahat serupa dengan Sekte pemuja setan sekarang ini.
 
Akhirnya ordo ini dinyatakan terlarang, berdasarkan keputusan antara Raja Perancis dan Paus maka Ordo ini dibubarkan dan para Ksatria Ksatria Templar ini ditangkap.
Tetapi setelah pembubaran tersebut Ordo ini ternyata masih tetap bertahan dan bekerja dibawah tanah. Mereka terus menghasut masyarakat dan menanamkan bibit-bibit kebencian terhadap agama-agama monoteistik dan khususnya gereja. Dalam kurun waktu yang cukup panjang, ordo ini menjelma menjadi

organisasi yang sekarang ini dikenal dengan nama Freemasonry. Perubahan dari para Ksatria Templar menjadi anggota-anggota Freemasonry ini melahirkan banyak anak produksi, salah satunya adalah Illuminati (“orang yang mendapatkan pencerahan”). Didirikan oleh Adam Weishaupt, seorang guru besar ilmu hukum. Kita tentu ingat dengan Revolusi perancis, anggota-anggota Freemasonry ini memainkan peran sedemikian rupa dalam menyulut terjadinya Revolusi Perancis. Anggota-angota Freemasonry terlibat dalam banyak hal, seperti pembunuhan berantai di London tahun 1888 dimana lima orang pelacur tewas dengan terburai organ dalamnya, lalu terlibatnya Para Templar dalam jaringan Mafia dan masih banyak lagi kejadian sadis yang melibatkan para Templar.

Kejadian mengejutkan terjadi di Turki dimana salah satu stasiun televisi turki (Channel 7) menayangkan cuplikan ritus pemujaan setan anggota freemasonry, dimana pemimpin besar freemasonry memimpin ritus meminum darah kambing dan penutupan upacara dengan doa persembahan dalam bahasa Ibrani kepada setan. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca sendiri di buku ini.

Label:

|"Cinta bukan berarti segalanya, tapi tanpa cinta segalanya jadi tak berarti. Orang yang selama hidupnya tak mengenal cinta, ia akan mati seakan penuh dosa."|